
Pembukaan Verifikasi Desa STBM 5 Pilar Desa Slarang dan Karangkandri
Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, Pendopo Balai Desa Slarang menjadi tempat dilaksanakannya Pembukaan Verifikasi Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) 5 Pilar. Acara resmi ini dihadiri oleh Pelaksana Jabatan (PJ) Kepala Desa Slarang, Bapak Widhie Astoyo, S.Sos, seluruh perangkat Desa Slarang, Tim Verifikator dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, tim pendamping dari Puskesmas Kesugihan 2, serta kader kesehatan Desa Slarang. Verifikasi kali ini mencakup dua desa, yaitu Desa Slarang dan Desa Karangkandri, yang menjadi desa terakhir di Kabupaten Cilacap yang menjalani proses verifikasi STBM.
Acara pembukaan dimulai dengan sambutan hangat dari PJ Kepala Desa Slarang, Bapak Widhie Astoyo, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Verifikator dan pendamping dari Puskesmas. Dalam sambutannya beliau menegaskan komitmen Pemerintah Desa Slarang untuk mendukung penuh proses verifikasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memastikan keberlanjutan program STBM di tingkat desa. Beliau juga menyampaikan kesiapan perangkat desa dan para kader untuk memfasilitasi seluruh proses verifikasi, termasuk penyediaan data dan pendampingan lapangan.
Selanjutnya, perwakilan Tim Verifikator Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap menjelaskan tujuan verifikasi, ruang lingkup penilaian, serta indikator penilaian pada masing-masing pilar STBM: Stop buang air besar sembarangan, Cuci tangan pakai sabun, Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, Pengelolaan sampah yang aman, dan Pengelolaan limbah cair yang sehat. Tim verifikator juga memaparkan metode kerja selama verifikasi, meliputi penelaahan dokumen, wawancara dengan perangkat desa, kader, dan warga, serta observasi lapangan pada titik-titik yang merepresentasikan kondisi sanitasi di desa.
Peran tim pendamping dari Puskesmas Kesugihan 2 mendapatkan perhatian khusus. Petugas Puskesmas menjelaskan dukungan teknis yang telah dan akan diberikan, termasuk pemantauan kesehatan masyarakat, pelatihan kader, serta tindak lanjut teknis yang dapat memperkuat capaian indikator STBM. Kehadiran Puskesmas memberikan jaminan adanya koordinasi teknis antara tingkat layanan kesehatan primer dan pemerintahan desa selama proses verifikasi dan pasca-verifikasi.
Dalam sesi tanya jawab dan klarifikasi, perangkat desa dan kader mengajukan beberapa hal teknis seperti dokumen pendukung apa saja yang perlu disiapkan, jadwal kunjungan verifikator ke titik-titik lokasi, serta mekanisme pelaporan temuan verifikasi. Kader desa juga menyampaikan ringkasan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya pencapaian setiap pilar STBM, disertai bukti-bukti pendukung seperti daftar hadir kegiatan penyuluhan, dokumentasi foto kegiatan, hasil pemantauan jamban keluarga, serta catatan tindak lanjut program sanitasi.
Tim verifikator menekankan bahwa proses verifikasi bersifat partisipatif dan transparan; hasil akhir verifikasi akan didasarkan pada kombinasi bukti dokumen, keterangan narasumber lokal, dan temuan lapangan. Mereka juga menyampaikan jadwal pelaksanaan verifikasi lapangan untuk kedua desa serta estimasi waktu penyusunan laporan verifikasi. Karena Desa Slarang dan Karangkandri merupakan desa terakhir yang diverifikasi di Kabupaten Cilacap, Tim Verifikator menyampaikan harapan agar proses verifikasi ini menjadi momentum untuk menyimpulkan pembelajaran, merekap capaian wilayah, serta merumuskan rekomendasi prioritas bagi perbaikan sanitasi di tingkat desa.
Acara pembukaan ditutup dengan koordinasi teknis akhir: penunjukan titik kontak dari pihak desa untuk memudahkan komunikasi selama verifikasi, pembagian tugas pendampingan lapangan, dan penetapan titik-titik prioritas yang akan dikunjungi.
Secara keseluruhan, Pembukaan Verifikasi Desa STBM 5 Pilar di Pendopo Desa Slarang berlangsung terstruktur, komunikatif, dan menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas sanitasi. Proses verifikasi untuk Desa Slarang dan Karangkandri diharapkan mampu memberikan gambaran akhir capaian program STBM di Kabupaten Cilacap serta rekomendasi praktis untuk langkah perbaikan selanjutnya.



0 Komentar